Minggu, 26 Oktober 2014

Bagaimana cara memisahkan semut kroto

Bagaimana cara memisahkan semut dari kroto.Bagi temen temen yang sudah merasakan ternak kroto pasti sangat mengidam idamkan untuk panen kroto. Karena tahapan yang paling menegangkan setelah mengambil dari alam adalah bagaimana mengambil krotonya di dalam media toples (bambu, pralon). Hal ini merupakan puncak dari rasa takut timbul kalau sudah berhadapan langsung dengan semut, berasa badan ini jadi merinding semua tapi tenang.

Butuh bertahap tahap kalau ingin hasil kroto jadi bersih alias kaya beras, putih semua. Pemisahan semut dari kroto tentu bukan hal mudah butuh proses berkali kali. Temen temen bisa lihat sendiri kalau di penjual kroto di sana prosesnya memisahkan sisa sisa semut  yang masih ada juga tidak langsung bersih. Kalau pantauan saya ketika kroto di dalam besek (jawa) didalamnya itu masih banyak sekali semut yang masih hidup mungkin baru di ambil dari alam. Tentu saja si penjual harus membersihkan semut yang ada, terus bagaimana cara mereka memisahkanya. Waktu itu saya sendiri melihat langsung bagaimana mereka melakukanya ternyata setiap orang mempunyai cara dan teknik berbeda untuk memisahkan semut dari kroto. Ada yang memakai kain handuk kecil kemudian di lebarkan di atas semut (kroto) kemudian di tarik secara berulang ulang. Begitu kain handuk di tarik pasti ada semut yang menempel kemudian di kain tersebut di hentakkan supaya semut jatuh.


Ada juga yang memakai kertas koran kemudian di bakar tentu semut tersebut akan mati kemudian setelah banyak yang mati kemudian tempat tersebut di ayun ayunkan supaya kroto dan semut jadi terpisah.

Cara di atas tentu tidak sesuai dengan budidaya semut rangrang di rumah yang menggunakan toples atau media lain. Perbedaannya adalah jika di penjual kroto semutnya di matikan tetapi kalau ternak kroto di rumah semutnya kalau bisa tidak di matikn demi untuk kelangsungan perkembangan koloni selanjutnya, artinya semut yang kita pisah di usahakan masih hidup untuk di kembalikan di dalam rak.

Bagaimana cara memisahkan semut dari kroto toples

saya  selalu mempunyai keinginan tinggi demi teman teman semua  bagaimana cara memisahkan semut dari kroto tentunya bukan hal gampang. Sekali lagi butuh praktek secara berulang ulang sehingga lama lama akan mudah menjalaninya.

Begini caranya :

Setelah kroto di tumpahkan kedalam tempat tersendiri saya ambil contoh toples kosong yang sudah berisi kroto dan semut. Setelah terkumpul semua kemudian kita lakukan pengambilan semut dengan menggunakan kuas. Sapu bersih semut rangrang yang mencoba naik keatas dengan kuas, lakukan secara berkali kali sehingga menghasilkan kroto bersih dari semut. Untuk semut yang menempel di kuas silahkan di ketok kan di dalam rak saja, ada yang masih nekat menempel kuat di kuas ambil saja menggunakan tangan ( tangan pakai pengaman sarung karet ). Sekali lagi tekniknya banyak cara yang penting cara tersebut enak buat kita.

Semoga penjelasan singkat dari Griya Kroto bisa memberikan semangat lagi bagi teman teman semua. Sekali lagi keluarkan semua kreatifitasmu.

Cara Mengatasi Semut Rangrang Terbang

Bagaimana cara mengatasi semut rangrang terbang. Melihat dari sebagian teman kita ada yang mengalami kejadian seperti semut rangrang bersayap pada terbang. Mereka mungkin tidak tahu sendiri apakah semutnya bisa terbang. Dari cerita ataupun komentar yang katanya pada saat menangkar ternak kroto semut yang ada sayapnya saat itu masih ada tetapi pada ke esokan harinya sudah hilang semua.
Ada beberapa kemungkinan yang pertama yaitu pengawasan ternak kita kan tidak selalu kita pantau setiap saat, mungkin karena kesibukan kita. Juga pada saat malam hari , Pada malam hari inilah yang bisa menyebabkan kerawanan pada semut kita. Ancaman dari binatang lain. Terutama adalah cicak. Tahu sendiri kan bahwa cicak ini suka hewan yang seperti serangga. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah dimakan cicak. Kemudian kemungkinan yang kedua adalah jatuh dari tempat penangkaran yang kemudian di serang oleh semut liar yang ada di bawahnya dan di bawa lari..

Tetapi disini anda hanya fokus pada supaya semut bersayap tidak terbang. Selama ini anda memang belum pernah mengalami kejadian seperti itu. Dari pengalaman saya bahwa semut rangrang bersayap di  penangkaran saya ( calon ratu dan semut rangrang jantan ) belum pernah ada yang terbang. Jika memang bisa terbang seperti yang di katakan atau dialami rekan Griya Kroto semua. saya akan coba memberikan tip atau cara bagaimana supaya  terbang.

Sebenarnya sangat mudah dan simple sekali mengatasi semut rangrang yang ada sayap nya tidak bisa terbang. Anda tidak perlu harus menutup rapat lubang toples yang sekiranya semut rangrang yang ada sayapnya bisa keluar dari tempat toples. Biarkan saja lubang yang ada, karena untuk sirkulasi udara di dalam toples. Terus bagaimana cara mengatasi? Hanya cukup dengan cara memotong sebagian dari sayap nya atau separuh sayap nya, tapi jangan sampai bersentuhan dengan kulit tangan pakailah sarung tangan. Kemungkinan untuk terbang  atau kabur sudah tidak bisa lagi. Atau sobat bisa menggunakan cara lubang toples di perkecil hanya semut prajurit dan pekerja yang bisa keluar. Gampang sekali kan...

Semoga setelah mengetahui cara supaya semut rangrang yang bersayap agar tidak bisa terbang lagi. Sahabat semua akan menjadi lebih bersemangat lagi. Itulah sedikit tip dari saya yang bisa saya sampaikan.


Jangka Waktu Untuk Panen Kroto

Berapa jangka waktu panen kroto, apakah setiap hari, minggu, bulan? Pertama kali budidaya ternak kroto anda hanya mempunyai satu toples sarang semut rangrang yang dapat dari alam. Tentunnya tidak bisa langsung di panen, karena kroto saya ambil semua sebelum anda  masukkan ke dalam sarang kroto toples. Dimana untuk membuktikan apakah semut rangrang yang kita ternak mau produksi dan menghasilkan telur  yang nantinya akan terlihat. Ada ratunya loh….. Kemudian anda biarkan selama satu bulan baru bisa menghasilkan kroto siap panen.

Setelah tahu menghasilkan telur semut, akhirnya mencoba menambah lagi toples plus ratu semut rangrang di setiap sarang. Alhasil waktu panen jadi berkurang. Berhubung sarang semut rangrang sudah berkurang dan langka di jumpai di daerah anda. Eksperimen saya hentikan sementara menunggu dapat pasokan lagi dari alam, penjual kroto dan pemburu kroto. Sedangkan hasil kroto, anda hanya di konsumsi untuk kalangan sendiri. Sekedar informasi  sekarang pasokan kroto untuk kota klaten (khususnya) di dominasi dari luar kota. Kadang kadang sih.

Jika sobat hanya mempunyai satu toples untuk proses panen kroto akan membutuhkan waktu lama. Berbeda kalau mempunyai  sarang semut rangrang banyak. Anda bisa kumpulkan kroto dari setiap sarang, nanti hasilnya pasti lebih banyak. Misalkan saja 50-100 toples semut rangrang peluang untuk  hasil kroto juga lebih banyak dan jangka waktu panen kroto yang di butuhkan akan lebih pendek.

Masa telur hingga berubah menjadi semut sekitar 25 -30 hari. Masa panen yang baik pada usia telur 17-22 hari ( sudah berukuran beras )

Kesimpulan:
Apabila ternak kroto jangan tanggung, perbanyak sarang semut  rangrang supaya dapat hasil yang memuaskan.
Anda bisa mengatur jadwal sendiri, kapan waktu untuk panen kroto. Apakah setiap hari, minggu atau bulan. 


Kroto berjamur

Sedikit menengok kebelakang, dari pengalaman selama uji coba hampir satu tahun ternak kroto saya belum pernah mengalami sampai kroto berjamur dan akhirnya mati. Karena saya selalu mengawasi setiap toples hari demi hari mengamati perkembangan semut rangrang. Tetapi jika sahabat flodesta tidak mempunyai waktu untuk melihat apa yang terjadi pada krotonya. Tentu saja saya juga mengerti dan memaklumi karena kesibukan kerja yang gak bisa di tinggalkan. Karena budidaya semut rangrang juga tidak mudah, tahu sendiri habitatnya yang asli di alam. Kalau saja mudah dipegang seperti binatang lain pasti kita akan mudah merawatnya. Bahkan kita tidak bisa membuat jinak si semut merah ini. Dipegang saja langsung menggigit.

Saya akan menjawab lewat blog Griya Kroto pertanyaan dari salah satu petani Kroto yang menjadi member Griya Kroto. Beberapa hari yang lalu saya mencoba membuka inbox email saya, lumayan banyak yang harus saya jawab. Walaupun sebenarnya sudah saya jawab melalui email. Sabar ya.. untuk yang belum terjawab.

Kroto berjamur bisa di sebabkan beberapa  faktor.
  • Kondisi media (toples, botol dan sejenisnya) mengalami kekurangan udara atau lembab. Sehingga media yang di tempatkan akan mengeluarkan air atau embun. Embun ini akan membuat basah daripada sarang. Sehingga semut rangrang tidak bisa menjadi nyaman untuk tinggal di situ. Jika kejadian ini berlangsung lama maka akan menyebabkan Semut rangrang dan kroninya akan mati secara perlahan lahan. Karena jamur ini bisa ada karena ada kandungan air. Dan yang paling tidak enak adalah baunya jika di dalam toples sampai basah. Usahakan dalam toples selalu kering.
  • Kekurangan semut pekerja. Semut pekerja ini yang mensuplai makanan terhadap kroto. Jika sampai tidak ada yang memberi makan tentu akan mati. Bahkan jika kekurangan makanan semut rangrang ini akan memangsa antar sesama.


Satu Toples Berapa ons, kg kroto ?

Anda pasti sudah pernah mendengar bahwa hasil panen kroto di dalam satu toples bisa menghasilkan beberapa ons atau kg kroto. Super dasyat jika sampai bisa panen kroto sebanyak itu (besar atau kecil koloninya). Menurut pengalaman saya selama ini bahwa untuk hasil kroto dalam satu toples 1 Liter kira kira 0,5 ons – 1,5 ons saja menurut saya sudah istimewa dalam jangka waktu sebulan atau bahkan bisa lebih. Tergantung dari pada cara merawatnya. Semua mempunyai teknik yang berbeda beda juga hasil kroto yang berbeda pula.
Jika selama ini anda telah mencoba budidaya semut rangrang.  Apa yang anda hasilkan? Apakah sudah bisa menghasilkan kroto sebanyak itu. Bahkan mungkin tidak ada kroto yang di hasilkan.

Berdasarkan pengalaman sendiri juga dari teman teman, kroto yang di hasilkan hanya untuk keperluan sendiri. Jika untuk bisnis dan ingin hasil yang lebih tentunya bisa memperbanyak koloni.

Perjalanan panjang untuk saya yang ingin mengetahui apakah semut rangrang bisa di ternak di rumah. Terdorong dari rasa ingin tahu dan penasaran terhadap semut merah ini.  Karena daya jualnya super mahal dan semakin melambung. Saya memberanikan diri untuk mengetahuinya lebih jauh dengan cara mencoba sendiri walaupun hasilnya kurang maksimal. di karenakan hasilnya  yang tidak memenuhi quota. hehe...

Proses demi proses yang selama ini sudah saya lewati. Banyak suka dan duka sudah terlalui dari mencari bibit sendiri sampai membeli sarang dari penjual kroto demi rasa penasaran

Apalah arti kalau hanya ilmu di pendam sendiri ilmu budidaya semut rangrang akan terus berkembang seiring berjalanya waktu.

Griya Kroto bukanlah peternak besar seperti yang anda lihat di gambar. Itu semua hanya  sebagai gambaran, panduan, cara dan artikel yang bisa membantu teman teman semua disaat minimnya informasi budidaya semut rangrang penghasil kroto.


Rabu, 22 Oktober 2014

Mengatasi semut rangrang masuk air gula

Kali ini saya coba fokus masalah cara mengatasi semut rangrang masuk air gula. Masih banyak dari kita mengalami masalah semut rangrang masuk kedalam air minuman yang kita sediakan. Bahkan lebih dari satu mati terendam air gula.

Penyebab semut rangrang masuk tempat minuman yang kita sediakan di sebabkan semut merasa terganggu dengan penambahan air minum. Mungkin dari anda pernah menambah air minum selalu langsung menumpahkan kedalam tempat minuman semut rangrang tanpa menyingkirkan semutnya. Cara seperti itu membuat semut kaget dan akhirnya semut secara brutal masuk ke air dan akhirnya mati. Mungkin bisa saja di sebabkan karena penambahan minuman terlambat.

Tempat minuman juga harus di perhatikan jangan sampai tempat air minum terlalu tinggi ataupun terlalu lebar, sedang sedang saja yang penting kondisi air minum tidak terlalu tinggi menyesuaikan tinggi semut rangrang. Masalah nanti air minum cepat habis itu tidak masalah, semua tergantung daripada koloni semut rangrang yang kita budidayakan, semakin banyak semut semakin banyak minumnya.

Bagaimana cara mengatasi semut rangrang masuk air gula.

Cara pertama:
Bersihkan dulu semut yang masih ada di dalam tempat minuman dan sekitarnya. Pokoknya harus bersih dari semut rangrang. Caranya semprot pakai air (buih) sampai semut rangrang menjauh dari tempat minuman. Kemudian air gula bisa di masukkan di tempat minuman.
Cara kedua:
dengan menambah tempat minuman baru. kita bisa menambah tempat air gula yang baru dengan catatan tempat minuman lama sedikit mendekati habis dulu baru kita letakkan tempat yang baru. Kemudian tempat minuman lama bisa kita ambil untuk cadangan berikutnya. Kalau masih ada semutya bisa kita bersihkan dulu dengan memakai tangan yang terproteksi sarung tangan dengan di lumuri tepung sedikit. Kita usap perlahan lahan semut yang menempel di tempat minuman semut rangrang lama.
Cara ketiga:
mungkin tidak terbayang di pikiran kita yaitu tempat minum di kasih batu batu kecil tentu batu tersebut sudah dibersihkan. Mengapa griya kroto  mempunyai ide tersebut karena dalam pengamatan semut sebagian kecil ada yang nekat masuk kedalam air gula. Dengan adanya halangan batu maka semut tidak akan masuk kedalam air tetapi tetap masih bisa minum karena adanya celah di antara batu. Lihat saja gambar di bawah ini :


Cukup mudah sekali kita hanya memerlukan sedikit polesan kreatifitas. Cara tersebut mungkin tidak harus dipakai tetapi tidak ada salahnya untuk di coba. Semoga semut rangrang tidak lagi masuk minuman air gula. 

Berapa lama semut membuat sarang

Sebenarnya Griya Kroto pernah menyinggung dalam pelatihan tentang berapa lama semut membuat sarang di toples. Kalau nanti ada kesempatan akan saya buat buku panduan saja ya. Proses setelah mengambil sarang tentu memindahkan semut kedalam toples. Setelah semut pertama kali berada di toples tentu akan terlihat berantakan, setelah sekiranya aman dan nyaman baru membuat sarang. Bagi yang belum tahu pasti akan bertanya tanya kapan ya semut ini mau membuat sarang?

Berdasarkan pengalaman Griya Kroto selama bereksperimen bahwa semut sendiri setelah di pindah kedalam toples akan langsung membuat sarang tetapi masih belum kelihatan. Karena jaringnya masih kelihatan tipis dan belum terlihat jelas. Itupun masih dalam bentuk kecil. Seiring dengan proses nantinya akan menjadi tebal dan besar. Jika koloni atau semut yang kita masukkan banyak. Kita hanya menunggu satu hari saja pasti nanti akan kelihatan.

Pembentukan sarang atau jaring tentu harus memenuhi beberapa syarat. Diantaranya harus ada larva atau telur yang belum menjadi kroto atau pupa. Seumpama anda memasukkan koloni tanpa adanya larva tentu tidak akan bisa membuat sarang atau jaring. Dalam pembuatan sarang atau jaring semut menggunakan air lendir larva. Saya sendiri juga gak tahu dari mana berasalnya apakah dari mulutnya atau yang lain. Pokoknya jaring di buat dari badan larva ( bukan pupa atau krotonya).